Rabu, 26 Juni 2013

AGRIBISNIS TANAMAN MAHONI

Posted by Unknown On 17.58 | 1 comment
Oleh   : Martin Nababan
NIM  : 111201072


BAB I
 PENDAHULUAN
Latar Belakang
Agribisnis merupakan sebuah sistem yang terdiri dari unsur-unsur kegiatan pra-panen, panen,  pasca-panen dan pemasaran. Sebagai sebuah sistem, kegiatan agribisnis tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, saling menyatu dan saling terkait. Terputusnya salah satu bagian akan menyebabkan timpangnya sistem tersebut. Sedangkan kegiatan agribisnis melingkupi sektor pertanian, termasuk perikanan dan kehutanan, serta bagian dari sektor industri. Sektor pertanian dan perpaduan antara kedua sektor inilah yang akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik secara nasional.
Tanaman hutan adalah tanaman yang mampu menghasilkan ragam produk yang dapat memanfaatkan dan mengembangkan keunggulan komparatif atau keunggulan kompetitif. Agribisnis tanamana hutan memiliki berbagai macam keragaman dan peranan.Namun,didalam kelembagaan agribisnis ini juga terdapat berbagai macam masalah sehingga harus diperhatikan berbagai macam upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada
Kayu mahoni memiliki karakteristik serta memiliki ciri-ciri khusus yang hanya terdapat pada jenis kayu itu sendiri. Ciri-ciri tersebut  yang dapat membedakannya dengan jenis kayu tropis yang lainnya. Karena faktanya, ada beberapa jenis kayu yang memiliki kemiripan satu sama lain jika dilihat sekilas, baik dari segi warna, tekstur ataupun serat  kayunya. Tetapi dengan benar-benar memahami ciri-ciri khusus yang hanya dimiliki oleh jenis kayu tertentu maka kita akan bisa membedakannya. Contoh untuk beberapa jenis kayu yang memiliki kemiripan jika dilihat secara sekilas adalah seperti kayu jati mirip dengan kayu akasia, kayu mahoni juga bisa dikatakan mirip dengan kayu kamper ataupun kayu keruing dari Kalimantan serta jenis kayu lainnya
yang paling mendasar dari ciri-ciri kayu mahoni adalah sebagai berikut:
·      Warna: bagian teras atau tengah kayu mahoni kebanyakan berwarna merah muda (bisa dibilang terlihat pucat), tetapi ada juga kayu mahoni yang berwarna merah tua mirip sekali dengan warna hati. Ini terdapat pada kayu mahoni yang benar-benar berumur tua, mungkin pohonya tumbuh lebih dari 25 tahun. Sedangkan untuk gubalnya atau bagian tepi kayu selalu berwarna putih.
  • Serat: kayu mahoni memiliki serat lurus dan terpadu.
  • Tekstur: Kayu mahoni memiliki tekstur halus dan berpori-pori kecil.
Untuk lebih memahami mengenai ciri-ciri dari kayu mahoni, mungkin bisa lebih mudah jika dengan mengamati bentuk fisiknya secara langsung.
Kayu mahoni merupakan jenis kayu yang memiliki kualitas baik, tetapi tingkat ketahanan dan keawetannya sedikit berada di bawah kualitas kayu jati. Kayu ini kurang tahan terhadap rayap sehingga tidak disarankan untuk penempatan yang bersentuhan secara langsung dengan tanah.
Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas permasalahan mengenai tanaman mahonibagi pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, yang diantaranya :
·         Bagaimana peranan tanaman mahoni dalam sistem agribisnis?
·         Permasalahan apa sajakah yang menjadi kendala tanaman mahoni dalam agribisnis ?
·         Bagaimana cara memperkuat sistem produksi tanaman mahoni yang ada dalam agribisnis ?
Tujuan
1.      Menambah pengetahuan tentang tanaman mahoni  
2.       Membantu bagi pihak yang membutuhkan .




BAB II
ISI

Gambaran Umum
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta
Super Divisi    : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Famili              : Meliaceae
Genus              : Swietenia (Tumbuhan berpembuluh) (Menghasilkan biji)
Spesies            : - Swietenia macrophylla (Mahoni daun besar)
              - Swietenia mahagoni (Mahoni daun kecil)
 (Anonim1, 2010)
Tanaman mahoni merupakan tanaman tahunan, dengan tinggi rata-rata 5 - 25 m (bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 m), berakar tunggang dengan batang bulat, percabangan banyak, dan kayunya bergetah. Daunnya berupa daun majemuk, menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang menyirip dengan panjang daun 3 - 15 cm. Daun yang masih muda berwarna merah dan setelah tua jreng..jreng.. bukan sulap bukan sihir, berubah menjadi hijau. Bunga tanaman mahoni adalah bunga majemuk, tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun.Ibu tangkai bunga silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunganya lepas satu sama lain dengan bentuk menyerupai sendok, berwarna hijau. Mahkota bunga silindris, berwarna kuning kecoklatan.Benang sari melekat pada mahkota.Kepala sari berwarna putih/kuning kecoklatan. Tanaman mahoni ini baru akan berbunga setelah usia 7 atau 8 tahun. Setelah berbunga, tahap selanjutnya adalah berbuah. Buah mahoni merupakan buah kotak dengan bentuk bulat telur berlekuk lima. Ketika buah masih imut berwarna hijau, dan setelah besar berwarna coklat.Di dalam buah terdapat biji berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan warnanya coklat kehitaman. Buah yang sudah renta alias tua sekali kulit buahnya akan pecah dengan sendirinya dan biji-biji pipih itu akan bebas berterbangan kemana angin meniup. Bila jatuh ke tanah yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman mahoni generasi baru (Anonim3, 2010).
Nama Lokal, Asal Usul
     Berdasarkan klasifikasi ilmiahnya, tanaman ini termasuk dalam keluarga/familia Meliaceae. Tanaman yang di Indonesia dikenal sebagai mahoni ini mempunyai banyak nama sesuai dengan daerah atau negaranya. Di Indonesia sendiri tumbuhan berkayu keras ini mempunyai nama lokal lainnya, yaitu mahagoni, maoni atau moni.Asal usul tanaman ini dari Hindia Barat dan Afrika (Anonim2, 2010).
Nama lain dari tanaman mahoni di beberapaNegara :
Bangli             : mahagni
Belanda         : mahok
Perancis        : acajou atau acajou pays
Malaysia        : cheriamagany
Spanyol         : caoba/caoba de Santo/domingo
. (Anonim4, 2010).
Syarat Tumbuh Dan Perbanyakan
            Tanaman mahoni ini merupakan tanaman tropis dan banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai.Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai.Tanaman ini menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung (tidak ternaungi). Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan banting, maksudnya... tahan hidup di tanah gersang. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup.Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, bisa juga dengan cangkok atau okulasi. Untuk tanaman mahoni yang akan digunakan sebagai tanaman obat, maka tidak boleh diberi pupuk kimia (anorganik) maupun pestisida (Anonim6, 2010)
Diskripsi Buah Dan Benih
Buah:   kering   merekah,   umumnya berbentuk kapsul bercuping 5, keras, panjang 12-15 (-22) cm, abu-abu  coklat, halus atau. Bagian  luar  buah mengeras, ketebalan 5-7  mm  bagian dalam lebih tipis. Dibagian  tengah  mengeras  seperti  kayu, berbentuk kolom dengan 5 sudut yang memanjang menuju ujung(Anonim2,2010). 
Buah  akan  pecah  mulai  dari  ujung  atau  pangkal pada  saat  masak  dan  kering. Biji menempel pada kolumela  melalui  sayapnya, meninggalkan  bekas yang nyata setelah benih terlepas. Umumnya setiap buah terdapat 35 -45 biji(Anonim2,2010).
Benih: coklat, lonjong, padat, bagian atas memanjang melengkapi     menjadi sayap, panjangnya mencapai 7.5-15 cm  dengan extensive air spaces.  Biji  disebarkan  oleh  angin. Jumlah biji 1800-2500 per kg(Anonim3,2010).
Pembungaan Dan Pembuahan
Bunga  berkelamin  satu  dan  pohon  berumah  satu. Penyerbukan  dilakukan  oleh  serangga. Hibridisasi sering terjadi terutama dengan s. Mahagoni apabila species tersebut tumbuh bersama. Biasanya hanya satu bunga yang menjadi buah, yang lainnya gugurPembentukan     bunga     sampai     buah     masak diperlukan waktu 9 - 12 bulan. Masa berbunga dan buah terjadi setiap tahun mulai umur 10  - 15 tahun tetapi pembentukan buah akan
Menurun apabila polinator berkurang . Waktu yang lama  dalam  pembentukan  buah  memungkinkan(Anonim2,2010).
Untuk menaksir hasil setiap bulan sebelum pemungutan  hasil.  Biasanya pembungaan terjadi ketika pohon  menggugurkan  daun  atau  pada  saat daun  baru  mulai muncul  sesaat  sebelum sebelum musim hujan (anonim1,2010)
Kandungan Kimia
Mahoni mengandung saponin dan flavonoida (Dalimartha, 2005).
Pemanfaatan
            Tanaman mahoni banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung.Pohonnya yang besar cocok untuk berteduh.Disamping itu karena sifatnya yang tahan panas/hidup di tanah gersang sehingga tanaman ini tetap bertahan menghiasi tepi jalan di beberapa daerah. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah barang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, pohon asan, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan Daendels (dari Merak sampai Banyuwangi). Dan sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi.Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubeler, furniture, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan.Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua (primadona utamanya tetep jati donk..). Untuk mahoni yang tua kayunya berwarna merah kecoklatan.Ada beberapa jenis mahoni yaitu mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan mahoni berdaun lebar (Swietenia macrophilea).Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng(Anonim4, 2010)..
 Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daun mahoni untuk pakan ternak(Anonim2, 2010).
Pemanfaatan mahoni sebagai obat sudah sejak tahun 70-an. Yang diambil adalah bijinya. Pada waktu itu cara konsumsinya masih sederhana (tanpa diolah) yaitu dengan menelan langsung bijinya setelah membuang bagian yang pipih. Konon banyak penyakit yang kabur setelah diobati dengan biji mahoni ini.Tapi rasanya yang pahit banyak dikeluhkan.Dewasa ini sejalan dengan semboyan back to nature, pengobatan dengan bahan-bahan dari alam mulai banyak dilirik. Manusia mulai lebih kreatif mengolah bahan-bahan dari alam yang akandigunakan sebagai obat. Biji mahoni sebagai bahan baku obat dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling halus menjadi serbuk(Anonim3, 2010).

Keunggulan
Salah satu tumbuhan yang memiliki kualitas terbaik selain jati dengan pola penanaman yang tidak begitu sulit, serta tanaman ini memiliki mamfaat yang penting dan hampir seluruh bagian tanaman dapat diolah  ,salah satunya adalah digunakan sebagai tanaman obat oleh masyarakat Indonesia adalah mahoni (Swietenia mahagoni (L.)Jacq). Ini merupakan salah satu tumbuhan tradisional Indonesia yang masih belum memiliki acuan informasi yang cukup lengkap, baik dari segi fitokimia maupun dari segi farmakologi.(Harianja, 2008). Melalui skrining fitokimia senyawa terpenoida serta penelitian terhadap senyawa fitokimia yang dikandung mahoni (S. mahagoni (L.)Jacq), tumbuhan ini positif mengandung terpenoida. Adapun penelitian yang sudah pernah dilakukan pada tumbuhan ini, antara lain: Dari biji buah mahoni (S. mahagoni (L.)Jacq.)telah berhasil diisolasi beberapa senyawa triterpenoida. Dimana senyawa triterpenoida yang diisolasi menunjukkan aktifitas sebagai antihipertensi.Salah satu dari senyawa triterpenoida yang berhasildiisolasi tersebut yaitu SwietenolideDari kulit batang mahoni (S. mahagoni (L.)Jacq.)telah berhasil diisolasi senyawa steroida. (Sitanggang, 1998).Dari daun mahoni (S. mahagoni (L.)Jacq.)telah berhasil diisolasi senyawa steroida.(Silalahi, 2001).
Di tengah masyarakat, buah mahoni (S. mahagoni (L.)Jacq.)dikenal dapatmenurunkan tekanan darah tinggi, antijamur, demam, kurang nafsu makan, rematik, dan masuk angin. Bijinya dikenal dapat menurunkan kadar gula darah.
Kulit batangnya dikenal dapat mengobati demam sebagai tonikum dan astringent (Harianja, 2008).
Sedangkan untuk bagian lain dari tanaman ini seperti daun dan kulit buahnya saja belum pernah ditemukan di masyarakat untuk dimanfaatkan khasiatnya.Oleh sebab itu, penulis menjadi tertarik untuk mengisolasi senyawa golongan terpenoida dari kulit buah tumbuhan mahoni (S. mahagoni (L.)Jacq.)
Tanaman mahoni hampir sama populernya dengan tanaman sengon sehingga banyak dipilih oleh petani untuk ditanam di areal hutan rakyat. Berbeda dengan sengon tanaman ini tumbuh lebih lambat dengan daur 15 – 20 tahun. Pemasaran kayunya juga terbuka lebar baik untuk konsumsi local, regional, nasional maupun export. Sifat kayunya lebih kuat dari tanaman sengon sehingga penggunaannya lebih luas sebagai kayu pertukangan untuk bangunan rumah,jembatan dan sebagainya, disamping untuk mebel, cabinet, barang bubutan, popor senapan, lantai, dinding hias serta untuk venire muka. Kayu ini dapat digunakan untuk energi namun kurang baik untuk pulp dan kertas.
Permasalahan
Berbagai permasalahan dalam bidang agribisnis selalu muncul mulai yang berkaitan dengan proses produksi, pascapanen (pengeringan, sortasi, dan lain-lain),penyimpanan, pengangkutan dan pemasaran. Sejauh ini proses produksi dan penanganan hasil panen komoditas lebih banyak menekankan pada kemampuandan keterampilan petani secara individu. Proses yang melibatkan kelembagaan, baikdalam bentuk lembaga organisasi maupun kelembagaan norma dan tata pengaturan, pada umumnya masih terpusat pada proses pengumpulan dan pemasaran dalam skala tertentu. Kelembagaan pertanian dan petani belum terlihat perannya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Padahal fungsi kelembagaanagribisnis sangat beragam, antara lain adalah sebagai penggerak, penghimpun,penyalur sarana produksi, pembangkit minat dan sikap, dan lain-lain.
Dalam memenuhi permintaan konsumen seiring dengan jumlah pertumbuhan manusia setiap tahunnya yang melonjat tinggi menyebabkan tingkat pasokan kayu mahoni semakim terbatas  tak dapat terhindari, Produktivitas tanaman mahoni masih belum maksimal yang disebabkan oleh penguasaan teknologi pengelolaan tanaman hutan yang kurang dan ketrampilan dalam usaha tani. Selain itu, modal usaha tani terbatas, membutuhkan  lahan yang cukup besar dalam sekali produksi, kurangnya inovasi dalam mengolah produk, produksi, dan industri pengolahan kayu  masih minim jumlahnya. Nilai hasil produksi tidak sebanding dengan biaya produksi dan mekanisme pasar biaya pemasaran mendapatkan harga yang melonjat tinggi sehingga mampu mengurangi jumlah pemasaran konsumen.
Solusi
dalam meningkatkan jumlah produksi maka diperlukannya lahan dan modal yang cukup besar dengan meningkatkan jumlah pemasaran secara bertahap,
serta melakukan pola tanam yang secara bergulir untuk meminimalkan angka kerugian, melakukan penghematan penggunaan pupuk yang berlebihan dan menambah tenaga kerja secukupnya sesuai dengan angka pendapatan yang diperoleh. Adapun penjelesannya sebagai berikut :
Sumberdaya manusia yang cukup potensial dan belum sama sekali tersentuh dan dimanfaatkan selama ini adalah potensi para ibu-ibu petani (istri petani). Pemberdayaan perempuan dilakukan melalui pembentukan kelompok perempuan bidang usaha pemasaran hasil pengolahan pangan non beras. Usia ibu-ibu yang relatif muda dalam kelompok perempuan ini (20 – 40 tahun) sangat potensial untuk mendapatkan bimbingan dalam upaya meningkatkan nilai tambah komersial produk pertanian hasil usaha pertanian. Peranan kelompok perempuan ini sangat penting dalam mengembangkan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anggota keluarga.
1.      Strategi Pengembangan Agribisnis Tanaman Hutan 
Dalam pengembagan agribisnis tanaman Hutan dengan memanfaatkan lahan hutan kemasyarakatan, organisasi klinik teknologi dan agribisnis menerapkan beberapa strategi pengembangan
a)   Meningkatkan kapasitas koperasi yang telah dirintis dengan legalitas (berbadan hukum) dengan unit usaha : Unit Sarana Produksi, Unit Simpan Pinjam, Unit usaha Peternakan dan Pertanian, Unit Usaha Industri Kecil
Embrio koperasi yang telah ada, dipercepat untuk menjadi berbadan hukum dengan organisasi yang ditetapkan sesuai kebutuhan. Melalui koperasi yang telah berbadan hukum ini akhirnya bisa mendapat bantuan modal untuk simpan pinjam sebesar 50 juta rupiah dari Dinas Perekonomian Pemda Gunungkidul. Mendapat kepercayaan dari berbagai pihak (swasta) untuk memasarkan hasil dan kemudahan mendapat sarana produksi.
b)     Peningkatan kapasitas SDM dengan pelatihan dan kunjungan/magan
Peningkatan kapasitas SDM selain untuk meningkatakan kemampuan berorganisasi memperkuat unit koperasi dan mengelola kelompok, juga pelatihan teknis dalam pembuatan biopestisida, pelatihan dan kunjungan ke unit industri pengolahan bahan produk pertanian dan kehutanan  untuk meningkatkan nilai tambah komersial bahan pangan bagi perempuan tani dalam pengembangan industri kecil, kunjungan ke unit pengolahan pupuk organik bagi petani unit usaha pupuk.
c)      Penggunaan teknologi anjuran spesifik lokasi dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan dan pengolahan hasil panen
·     Penggunaan teknologi pola-tanam tumpangsari tanaman mahoni  muda
Teknologi pola-tanam tumpangsari untuk mendapatkan pola tanam yang produktif diarahkan menuju pola integrasi tanaman hutan  dengan memanfaatkan pupuk organik dari kotoran ternak sapi yang telah diolah terlebih dahulu dan penggunaan benih berkualitas.
·         Penggunaan teknologi pembuatan pupuk organik dan bio-pestisida
mencukupi kebutuhan usaha tani di hutan kemasyarakatan sebagai penyedia pupuk kandang. Teknologi pembuatan pupuk organik telah sangat dikuasai kelompok namun baru diterapkan oleh sebagian anggotanya yang telah memahami pentingnya kualitas dan efisiensi penggunaan pupuk.  Selain teknologi pengolahan pupuk organik, anggota klinik telah pula dilatih menerapkan teknologi pembuatan Bio-pestisida untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dan kembali menggunakan pestisda alami dalam pengembangan usaha agribisnis tanaman pangan.
·     Penggunaan teknologi pembuatan Complete Feed
Introduksi teknologi pembuatan Complete Feed yang telah dilakukan sejak tahun 2003 melalui kegiatan pengkajian dengan memanfaatkan limbah panen tanaman hutan  seperti telah diterapkan dan dikembangkan oleh anggota klinik untuk memenuhi kebutuhan tanaman pada musim kemarau.
·         Penggunaan teknologi pengolahan/pasca panen hasil pertanian
Pengelolaan hutan dengan pola tanam tumpangsari tanaman pangan dengan tanaman jati mampu memberikan hasil produksi melimpah. Produksi hasil tanaman hutan sebagian diolah sebagai bahan produksi  untuk meningkatkan nilai tambah komersial. teknologi pengolahan pasca panen produk pertanian diberikan kepada ibu-ibu dalam mengembangkan usaha agribisnis. Kegiatan ini mampu memberdayakan peran perempuan untuk melakukan suatu kegiatan yang produktif yang dapat menambah pendapatan keluarga dengan membentuk kelompok usaha industri rumah tangga.
pertengahan tahun 2005 kegiatan ini mampu menarik anggota baru hingga mencapai 20 Permintaan produksi olahan terus meningkat dari waktu ke waktu. Pemasaran dilakukan di pasar lokal, nasional dan mancanegara
·         Menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak
organisasi klinik telah melakukan jalinan kerjasama pemasaran dengan berbagai pihak. Kerjasama banyak dilakukan melalui media temu usaha dan kunjungan/studi banding baik yang datang ke lokasi maupun pada saat melakukan studi banding keluar. Kerjasama dilakukan dengan swasta dalam penyediaan sarana produksi untuk unit usaha saprodi.
Meningkatakan inovasi terbaru dari setiap hasil produk yang dibuat, agar meningkatkan ketertarikan kosumen terhadap  barang yang diproduksi sehingga mampu menyeimbangkan harga pasar dan angka kerugian yang diperoleh sedikit.


BAB III
PENUTUP
Berbagai permasalahan dalam bidang agribisnis selalu muncul mulai yang berkaitan dengan proses produksi, pascapanen (pengeringan, sortasi, dan lain-lain),penyimpanan, pengangkutan dan pemasaran.
Dalam memenuhi permintaan konsumen seiring dengan jumlah pertumbuhan manusia setiap tahunnya yang melonjat tinggi menyebabkan tingkat pasokan kayu mahoni semakim terbatas  tak dapat terhindari, Produktivitas tanaman mahoni masih belum maksimal yang disebabkan oleh penguasaan teknologi pengelolaan tanaman hutan yang kurang dan ketrampilan dalam usaha tani. Selain itu, modal usaha tani terbatas, membutuhkan  lahan yang cukup besar dalam sekali produksi, kurangnya inovasi dalam mengolah produk, produksi, dan industri pengolahan kayu  masih minim jumlahnya. Nilai hasil produksi tidak sebanding dengan biaya produksi dan mekanisme pasar biaya pemasaran mendapatkan harga yang melonjat tinggi sehingga mampu mengurangi jumlah pemasaran konsumen.
Dengan Meningkatkan kapasitas koperasi yang telah dirintis dengan legalitas (berbadan hukum) dengan unit usaha : Unit Sarana Produksi, Unit Simpan Pinjam, Unit usaha Peternakan dan Pertanian, Unit Usaha Industri Kecil. Peningkatan kapasitas SDM dengan pelatihan dan kunjungan/magan. Penggunaan teknologi anjuran spesifik lokasi dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan dan pengolahan hasil panen seperti :  Penggunaan teknologi pola-tanam tumpangsari tanaman mahoni  muda, Penggunaan teknologi pembuatan pupuk organik dan bio-pestisida, Penggunaan teknologi pembuatan Complete Feed, Penggunaan teknologi pengolahan/pasca panen hasil pertanian, Menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, melakukan pola tanam yang secara bergulir untuk meminimalkan angka kerugian, melakukan penghematan penggunaan pupuk yang berlebihan dan menambah tenaga kerja secukupnya

1 komentar:

  1. kalau menggunakan pupuk organik apa berpengaruh besar pada pohon? contohnya pohon tumbuh sedikit lama tapi kuat pohonya dibanding pohon yg memakai pupuk urea cepat tumbuhnya tapi kurang kuat pohonya(disukai rayap), makasih saranya

    BalasHapus

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

Blogger templates

About